Pages

Jati diri "Mie Instan"



Mungkin sobat merasa aneh ketika melihat judul tulisan ini, mungkin sobat bertanya "Kok tiba-tiba balik ke #GOBLOG lagi? konten #UdaOjan sama #GOBLOG masih sama ya Uda?", hahaha.
Walaupun judulnya terdengar aneh, tapi tulisan ini tetep bertujuan ngasih saran hidup dan tentang pola pokir kok sob. yang jelas ini BUKAN TULISAN CURHAT ANAK KOST-AN sob.
Di bagian akhir akan ada kesimpulan dan pelajarannya
Kali ini saya akan bercerita tentang kisah masa kecil saya yang entah kenapa ketika sudah dewasapun saya masih mengingat kejadian tersebut. Waktu itu kira-kira umur saya sekitar 4 atau 5 tahun.
Mie instan saya pilih sebagai judul karena cerita ini memang tentang mie instan, hahahha. Semoga kamu terhibur dan mendapatkan pelajaran berharga dari cerita ini. #BacaSampeAbis

**
  Suatu hari ketika tengah asik bermain di sekitar rumah, tiba-tiba saya ingin sekali memakan mie instan. Ya, di zaman itu mie instan terkesan seperti cemilan bagi saya dengan penyajiannya yang tanpa di masak ataupun diseduh, cukup dengan mencampurkan semua bumbunya kedalam bungkus mie yang sudah di remas. Tak sehat memang, tapi yaa sudahlah mungkin saat itu saya berfikir masih akan berumur panjang, hahhaha.

  Tanpa berpikir panjang, Sayapun mencoba meminta uang kepada ibu saya untuk membelinya dan diiringi dengan kalimat "sekali iniiii aja". Entah kenapa beliau yang biasanya melarang saya mengkonsumsi mie instan, saat itu dengan mudah memberikan uangnya tanpa basa-basi ataupun omelan yang selalu berfrekuensi tinggi bagi telinga saya. Lalu, sayapun pergi ke warung untuk membeli mie instan tersebut dan langsung pulang dengan maksud memakannya di rumah.

  Namun ketika perjalanan pulang, tanpa sengaja tangan saya terbentur tiang jemuran dan mie instan yang saya pegang tejatuh ke kolam (empang) di sebelah tiang tersebut. Sayapun berjuang untuk menambil mie tersebut dengan usaha yang keras dan berbagai cara seperti melemparkan batu ke air agar mie tersebut menepi atau mematahkan ranting pohon untuk meraihnya hingga berkali-kali saya hampir terjatuh kedalam kolam tersebut.

  Setelah lebih dari setengah jam saya berusaha, akhirnya saya berhasil mendapatkan mie instan tersebut kembali. Namun ketika tangan saya memegang mie instan tersebut saya merasa sedih, kecewa, bersalah, dan akhirnya menangis karna kondisi mie instan tersebut sudah basah hingga isinya terasa lembek (lunak). Sayapun berjalan pulang sambil tetap membawa mie tersebut.

  Walaupun tangisan saya telah reda, namun rasa sedih saya masih tak kunjung berhenti hingga sampai di rumah. Ketika sampai di rumah, saya masuk dengan menekurkan kepala dan berjalan terus menuju kamar agar tak satupun orang yang berbicara dengan saya karna saya merasa malu dan bersalah kepada ibu saya. Tapi setelah tangisan saya benar-benar habis, saya menceritakannya dan memperlihatkan mie instan tersebut kepada ibu saya. Beliau senyum dan memberikan uang lagi untuk membeli mie instan yang baru.

  Disinilah poinnya teman-teman, kenapa saya sampai sedih seperti itu? jawabannya adalah "tanggung jawab atas kepercayaan" dan "malu ketika kita tak bisa menjaga kepercayaan tersebut", minimal kita harus "memperjuangkan tanggung jawab (tugas) kita" dan jujur agar Kepercayaan orang lain tidak hilang terhadap kita.

Pada awal cerita, saya mengatakan JANJI yang harus saya pertanggungjawabkan dengan kalimat "Sekali iniii aja!". Dan ibu saya memberikan uang tanpa basa-basi seolah KEPERCAYAAN tanpa syarat.

Anggaplah mie Instan adalah Tanggung jawab. Ketika mie instan terjatuh, sama halnya dengan kecerobohan (tidak disengaja) yang anda lakukan ketika menjalankan tugas atau kepercayaan. 

Lihat perjuangan saya saat mengambil mie instan di dalam kolam, hingga saya berkali-kali hampir terjatuh. Perjuangkanlah tanggung jawab (tugas) kita walaupun cara-cara tersebut akan merugikan diri kita sendiri.

Ketika saya mendapatkan mie instan tersebut dalam keadaan buruk, saya tetap membawanya pulang dan memperlihatkan kepada ibu saya.
Walaupun hasil dari usaha kita dalam memperbaiki kecerobohan tidak maksimal, tapi yang jelas kita harus tetap mengakui dengan jujur akan hal tersebut.

ketika ibu saya tersenyum dan memberikan uang lagi untuk membeli mie instan yang baru. Inilah yang akan anda dapatkan apabila hal diatas anda lakukan. Cepat atau lambat, jeripayah anda akan diketahui dan kepercayaan orang lain tidak akan hilang terhadap anda.


Oke, itulah tadi kisah masa kecil saya dengan mie instan, cerita ini adalah FAKTA kehidupan saya. Saya memang diajarkan agar tidak selalu mengadu, jujur, dan ketika saya salah saya di hukum dengan hal setimpal oleh kedua orang tua saya. Mungkin itu yang membuat "akhil baligh" saya terkesan cepat, hahhaha. Jadi, jangan heran kalo saya yg masih kecil sudah bertindak seperti itu. Jika tulisan ini sobat aplikasikan dalam kehidupan, dan ketika sobat hendak berorganisasi, sobat pastilah tidak akan menjadi organisatoris sampah.


Semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda dan saya. Amiin
Satu pesan untuk kita semua (termasuk saya):
"JAGALAH MIE INSTAN MU TEMAN"

Buat sobat yg pengen request #CeritaOjan bisa langsung twit aja: 


atau tanya di ask.fm, mungkin aja pertanyaan sobat saya jawab pake artikel/cerita.
silahkan klik icon ini:


dan jangan lupa, buat jadi sahabat blogger ojan, Klik:

Fauzan Putra MW

Terimakasih banyak untuk kamu yang sudah membaca tulisan ini sampai habis. Semoga bermanfaat buat kita semua dan tentunya saya pribadi. Jika kamu punya pertanyaan yang ingin saya jawab lebih santai, silahkan tanyakan di ASK.FM/ojanemwe

18 comments:

  1. Awak dari dulu emang dak suko makan mie instan do sanak, bukan garo-garo kandungannyo. Tapi dek emang rasonyo bana tu indak ado. Bilo taragak makan se sanak. Btw, main-main gai ka blog wak sanak http://aliffajri06.blogspot.co.id/

    Keep it up sanak :D

    ReplyDelete
  2. Bisa diambil judulnya mengambil pelajaran dari mie instant nih gan :-D

    ReplyDelete
  3. pernah nangis karena hal serupa T_T
    sungguh mengecewakan, padahal bukan hal besar
    anyway, good post uda ojan

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah "Alam Takambang Jadi Guru"
      ahhaha

      Delete
  4. Makasih banyak infonya gan, sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  5. bagi mie instannya gan biar varokah wkwkw

    ReplyDelete
  6. Post yg bagus bro, buat motivasi hidup ane

    ReplyDelete
  7. saya bingung responnya mau sedih apa gmana? .,.,,. tapi yg penting hikmahnya menginspirasi min (y)

    ReplyDelete
  8. /Njirr ternyata alur ceritanya jleb banget :'D makna dibalik Kejujuran. mungkin pengen maen maen ke blog ane hehe cek http://improveyourskills.ga/

    ReplyDelete
  9. mantep gann ceritaa miee instannyaa :v
    mie instann ituu makanan kesukaan anak kost wkwkwknjayyy

    ReplyDelete
  10. jangan banyak makan mie instan bang :)< ,ka aku mau reccomend nih buat hostel backpacker di bandung HOSTEL MURAH DI BANDUNG COCOK UNTUK BACKPACKER

    ReplyDelete

http://www.udaojan.com/p/formal-cv.html http://www.udaojan.com/p/formal-cv.html http://www.udaojan.com/p/formal-cv.html http://www.udaojan.com/p/formal-cv.html http://www.udaojan.com/p/formal-cv.html http://www.udaojan.com/p/formal-cv.html