Pages

Organisator SAMPAH


Ketika melihat judul sobat pasti merasa tulisan ini akan sangat kasar, tapi yang terpenting adalah pelajarannya. #BacaSampeAbis "Pelajarannya akan sobat dapatkan di dalam cerita"

  Saat umur saya yang sekarang sudah dikatakan dewasa (21 tahun), saya menyadari suatu hal yang mengganggu pemikiran saya. Hal tersebut berkenaan dengan Jiwa Organisasi yang saya lihat pada kebanyakan orang dimasa ini terlihat sangat rusak dan jauh sekali dari apa yang telah saya pelajari sejak tahun 2007 dimana saat itu adalah pertamakalinya saya mulai aktif berorganisasi. Begitu mirisnya jiwa mereka para organisator pada masa ini dimata saya sekarang.

  Bagaimana tidak, pada masa sekarang banyak orang yang berlomba-lomba mengejar tahta atau jabatan "sakti" namun apa yang mereka cari? Mayoritas dari apa yang saya lihat pada masa ini hanyalah "Popularitas" pribadi atau "keuntungan" lainnya bagi diri mereka pribadi. Bahkan tak jarang menghalalkan segala cara untuk merenggut suara atas kemenangannya. Namun, ketika mereka sudah berada di puncak, sering sekali saya melihat tidak ada "Jiwa Organisator" ataupun "Kepemimpinan" dalam dirinya berdasarkan apa yang mereka lakukan dengan jabatannya.

  Beberapa bulan yang lalu tepatnya saat pemilihan umum di kampus saya akan dimulai, saya yang saat itu menjabat sebagai ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Himpunan (Ligislatif) mendapat banyak pendekatan dari para "bakal calon" yang saya yakin mereka hanya ingin melobby saya agar meloloskan validasi pencalonan mereka dengan merubah kriteria pencalonan atau semacamnya, hahahah. Namun Saya tidak langsung menolak mereka karna saya tertarik akan keinginan mereka yang mengatakan "Ingin Merubah".

  Lalu sayapun menanyakan beberapa pertanyaan, "Kenapa kamu tertarik jadi ketua?", kebanyakan dari mereka menjawab "Ingin memberi perubahan yang lebih baik". Lalu, saya kembali bertanya "Dengan cara apa?", mayoritas jawaban yang saya dapatkan adalah "yang pasti memperbaiki kesalahan sebelumnya dan memberikan sistem yang baru", jujur saja saya suka jawaban ini namun saya masih belum merasa yakin.

  Sayapun berlanjut dengan pertanyaan selanjutnya, "Kalau hanya untuk seperti itu, tanpa jadi ketuapun kamu tetap bisa melakukan hal itu kan?", tepat dugaan saya bahwa raut mukanya akan berubah layaknya orang ingin marah, namun karna bermaksud melobby saya maka mereka selalu berusaha "terlihat bijaksana". Ya, kebanyakan dari mereka menjawab hal itu dengan "kalo saya ga jadi ketua, saya merasa terhalang". Dalam hati saya menyatakan bahwa saya menolak, namun saya ingin bertanya 1 hal terakhir "menurut kamu, bagaimana jika anggotamu terkesan mengambil alih pemerintahan kamu?" dan benar saja, mereka reata-rata menjawab "ga mungkin saya biarkan, itu kan namanya ga sopan, saya yg menerima mereka, lalu mereka yang menguasai saya?". Dengan ini, sudah pasti saya tidak melihat kelayakan pada mereka.

  Pertanyaan terakhir memang sengaja saya buat terkesan kasar, karna saya ingin melihat JIWA dan seberapa kritis dia mencerna pertanyaan. Padahal maksud sesungguhnya adalah "Apakah anda sebagai pemimpin bisa memberdayakan anggota anda? dan apakah anda akan membatasi Hak Bicara mereka?".

  Selain berlomba-lomba mengincar jabatan "sakti", kebanyakan dari mereka yang memiliki status organisasi terkesan hanya ingin memamerkan "Riwayat Organisasi"nya. Maka, sayapun sempat menulis di facebook yang sebenarnya menyinggung teman-teman organisatoris, namun sengaja saya samarkan dengan himbauan kepada junior saya di SMA. Saat itu saya menulis:
Link: https://www.facebook.com/ojan.mw/posts/1330952000264538
Ikut Banyak Organisasi + Jabatan "Sakti" tapi Tanpa TRACK RECORD adalah SAMPAH..!!
Jadi, ayo buat kita semuanya yg suka berorganisasi, mari berlomba2 menciptakan perubahan positif.. karna blablabla.. klik aja linknya
Intinya, disini saya hanya ingin mengajak sobat sekalian yang gemar berorganisasi untuk tetap bijak dan mempergunakan jabatannya demi suatu perubahan yang benar-benar positif secara nyata tentunya bukan hanya untuk eksistensi dan riwayat semata. 

Jika sobat telah melakukan perubahan namun tak kunjung diakui dan hal itu membuat sobat merasa kecewa, saya katakan "Jangan Dipikirkan" karena cepat atau lambat Action untuk menciptakan perubahan yang sobat lakukan akan dikenang. Mungkin sobat tak merasakan bahwa sebenarnya sobat sudah tercantum dalam sejarah organisasi karna action tersebut ternyata hal tersebut menjadi buah bibir di generasi setelah masa jabatan sobat.

Sekian tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua (termasuk saya pribadi) para ORGANISATOR. Apabila ada kalimat yang buruk, saya pribadi mohon maaf. Jika sobat ingin saya menulis pengalaman (pribadi saya) tentang sesuatu yang juga mengganjal dalam kehidupan sobat sekalian, silahkan langsung tanyakan atau request ke media sosial saya.

atau klik icon ini:


Buat sobat yg pengen request #CeritaOjan bisa langsung twit aja:

dan jangan lupa, buat jadi sahabat blogger ojan, Klik:

Fauzan Putra MW

Terimakasih banyak untuk kamu yang sudah membaca tulisan ini sampai habis. Semoga bermanfaat buat kita semua dan tentunya saya pribadi. Jika kamu punya pertanyaan yang ingin saya jawab lebih santai, silahkan tanyakan di ASK.FM/ojanemwe

3 comments:

  1. Organisasi sampah
    wkwkwkwk organisasi yang leadernya cupu emang bikin organisasi itu cuma seonggok sampah
    nice inpoh sob

    kunbal ya
    alrizqiadrian.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  2. haha iya sih bener juga o iya ka aku mau kasih tau nih klo jalan2 ke bandung cari hostel ke zback packer aja HOSTEL MURAH DI BANDUNG COCOK UNTUK BACKPACKER

    ReplyDelete
  3. Pertanyaan yang sangat menarik untuk dilontarkan kepada bakal calon hmmm

    ReplyDelete

http://www.udaojan.com/p/formal-cv.html http://www.udaojan.com/p/formal-cv.html http://www.udaojan.com/p/formal-cv.html http://www.udaojan.com/p/formal-cv.html http://www.udaojan.com/p/formal-cv.html http://www.udaojan.com/p/formal-cv.html